Kenaikan Harga Lahan Industri Hanya 5,3 Persen Sepanjang 2020

Bisnis.com, JAKARTA, 10 Februari 2020 – Harga lahan di kawasan industri pada tahun ini diprediksi bergerak stabil dengan kenaikan setahun hanya di kisaran 5,3 persen meski permintaannya diperkirakan akan mulai mengalami perbaikan. Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa pasar industri sudah mulai bangkit dari kelesuan. Hal itu tercermin dari transaksi lahan industri yang jumlahnya 50 persen lebih tinggi pada 2019 jika dibandingkan dengan pada 2018. Sepanjang 2019, jumlah lahan yang terserap mencapai 274,3 hektare.


“Walaupun 50 persen lebih tinggi, tetapi jumlah serapan lahannya tetap tidak banyak, karena pada 2018 memang hampir tidak ada tambahan serapan. Jadi masih lesu, tetapi bisa dikatakan membaik,” ujar Ferry, Senin (10/2/2020). Ferry menyebut kebanyakan transaksi di kawasan industri yang ada di Jabodetabek berasal dari perusahaan logistik dan pergudangan. Namun, volume lahan yang terserap cenderung lebih kecil secara total.


Adapun, harga tetap diprediksi stagnan meskipun penjualan melambung. Menurut Ferry hal itu disebabkan karena secara umum pemilik lahan ingin membuat keterisian lahannya tinggi dan menggenjot lebih banyak transaksi terlebih dulu.  “Sebelumnya kawasan industri kan sudah dibayangi oleh ketidakpastian politik, jadi untuk menggenjot transaksi mereka harus menahan kenaikan harga,” jelasnya.


Sepanjang 2019, kenaikan harga hanya terjadi di Bogor. Hal itu dipicu karena pasokan yang terbatas, sedangkan belum ada rencana tambahan pasokan lahan lagi di daerah tersebut. Pergerakan harga yang berjalan stagnan juga terjadi di pasar sewa. Hal ini lantaran pasokan yang ada masih terbatas, sehingga permintaan untuk lahan industri sewa juga menjadi sedikit. Berdasarkan riset Colliers, rata-rata harga lahan industri akan berkisar antara Rp2,09 juta - Rp3,77 juta per meter persegi. Adapun, harga terendah bisa ditemui di Serang yang dibanderol senilai Rp2 jutaan per meter persegi dan harga tertinggi berada di Bogor yang mencapai Rp4,62 juta per meter persegi.